Rabu, 05 Februari 2014

Pertemuan ora mutu





http://news.detik.com/surabaya/read/2014/02/05/180408/2488388/475/bertemu-wawali-whisnu-risma-gak-onok-omongan

Pertemuan antara Walikota Risma dengan Wakil Walikota Whisnu Sakti berlangsung singkat. Usai bertemu, keduanya juga langsung sibuk di ruangannya masing-masing.

"Gak onok omongan, mangan bareng, temenan mangan (tidak ada obrolan, makan bersama, beneran makan)," kata Risma dengan dialek Surabaya saat ditemui di ruang kerja Walikota, Lantai 2 Balaikota Surabaya, Rabu (5/2/2014).

Apakah ada obrolan ringan antara keduanya? Setidaknya koordinasi kerja? Risma kembali membatah jika keduanya hanya bertemu untuk makan siang.

"Temenan mangan. Piringe lho sik onok (Beneran makan, piringnya lho masih ada)," ujar alumni ITS ini.

Sementara itu, Whisnu Sakti juga tak banyak berkomentar. Menurutnya, acara pertemuan dengan Risma itu memang dikemas sebagai jamuan makan siang bersama.

"Beliau (Risma) menunggu saya untuk makan siang bersama. Sambil guyonan saja. Posisi beliau juga masih sakit, nggak bisa ngomong terlalu banyak," ujar singkat Whisnu saat ditemui di ruangannya.

Komentar : Nek ora ene pentinge ngopo pake ketumuan , pake cium tangan segala....kabeh podo ngapusi rakyat....

Jumat, 31 Januari 2014

Suara Mas Aunul Fitri. S.Fil.I, M.Pd.I

...Kematian hewan kijang jawa (Muntiacus muntjak) koleksi KBS membuat terkejut jajaran Direksi PD TSKBS. Pasalnya, kematian hewan kijang sebagai salah satu Satwa Konservasi bersamaan dengan kedatangan utusan pecinta Binatang asal Australia di KBS.
Direktur Keuangan dan SDM PD TSKBS, Fuad Hasan mengatakan, kedatangan utusan pecinta binatang asal Australia untuk melihat kondisi KBS. Hal itu sebagai bahan pertimbangan akan diberikanya bantuan ke KBS dari sejumlah Lembaga Independen dari Australia.
"Tiga orang utusan pecinta Binatang dari Australia tersebut tadi sempat berkeliling melihat kondisi KBS dan Satwa-satwa. Namun mereka tidak sempat melihat dan mengetahui kematian kijang karena sudah meninggalkan KBS," kata Fuad di KBS, Jumat (31/1/2014).
Dijelaskan Fuad, mereka setelah melihat kondisi KBS dan satwa-satwa konservasi yang menjadi koleksinya akan menyampaikan laporan ke lembaga independen pecinta binatang di Australia. 
Selanjutnya sejumlah bantuan prasarana yang diperlukan KBS akan diberikan. Demikian pula mereka juga bersedia melakukan pendampingan untuk memperbaiki kualitas SDM dari KBS, termasuk proses rekrutmen para karyawan KBS yang akan dilakukan manajemen PD TSKBS...
http://surabaya.tribunnews.com/2014/01/31/kematian-kijang-bersamaan-dengan-kedatangan-pecinta-binatang-dari-australia
KOMENTAR DAN SOLUSI UNTUK KBS: 

Jika memang susah di benahi dan banyaknnya modus mafia sindikat di dalamnnya maka sebaiknnya Kebun Binatang Surabaya di jual saja ke Investor dengan rincian pembagian Sebagai berikut  :
50 % untuk bayar hutang NKRI.
20 % untuk pemasukan Kas NKRI.
20 % untuk Pemerintah Kota Surabaya.
10 % untuk biaya pesangon karyawan.  
 Dari pada enerji dan pikiran Pemerintah Kota surabaya di habiskan untuk memikirkan kasus Kebun Binatang Surabaya. Yang sebetulnnya tidak ada hubungan langsung dengan kebutuhan pokok (Primer) Masyarakat Kota Surabaya. Agar Tidak bertele-tele masih banyak masalah Masyarakat yang lebih membutuhkan perhatiannya salah satunnya Mafia Rumah Wakaf di daerah Ampel & Kalimas Udik,
Semoga pemikiran ini bermanfaat bagi kelangsungan NKRI dan Kejayaan Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan.